Kapan Pembatasan Mudik 2021 Berakhir?

Kapan Pembatasan Mudik 2021 Berakhir?

Ditegaskan bahwa pelaku perjalanan jalur udara wajib mengisi e-HAC Indonesia. Bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dewasa yang berusia 17 tahun ke atas. Pelaku perjalanan adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri maupun luar negeri pada 14 hari terakhir dengan tujuan mudik atau wisata. Ketua Satgas Penanganan COVID-19 menerbitkan SE 13 Tahun 2021 Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian COVID-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Laman tersebut juga menyampaikan juga tentang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan bahwa dalam Islam mudik itu paling banter hukumnya adalah sunah, sedang menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan adalah wajib. Menag mengingatkan jangan sampai menjalankan yang sunah dan meninggalkan yang wajib.

Merdeka.com – Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera Center, Hardjuno Wiwoho meyakini, kebijakan pemerintah melarang mudik menjelang perayaan Lebaran 2021 tidak berjalan efektif. Pasalnya, tingkat kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan lebih rendah dibanding setahun sebelumnya. Terkait larangan mudik 2021 yang diberlakukan pemerintah, epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono menilai kebijakan larangan mudik tidaklah efektif mencegah peningkatan jumlah kasus positif Covid-19. Surat keterangan negatif COVID-19 tes RT-PCR/Rapid Antigen maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan atau GeNose C19 sebelum perjalanan maupun di titik razia. Seiring dengan dilarangnya kegiatan mudik lebaran, Polri menetapkan 381 pos penyekatan yang tersebar dari Lampung, Pulau Jawa, hingga Bali. Penyekatan akan berlangsung selama tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 untuk menekan mobilitas warga.

Larangan Mudik 2021

Adapun ketentuan syarat perjalanan penumpang dalam negeri akan kembali mengacu pada Surat Edaran Satgas No 13. Pelaku perjalanan udara, laut, kereta api, dan penyeberangan wajib menunjukkan dokumen negatif Covid-19 yang berlaku 1×24 jam. Sedangkan pelaku perjalanan darat baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi , pelaksanaan tes acak speedy Antigen akan diperpanjang khususnya di jalan nasional menuju Jabodetabek. Sampel tersebut diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 di bandara atau pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

KOMPAS.com – Pemerintah melakukan pengetatan perjalanan setelah larangan mudik lebaran 2021 atau Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Peniadaan mudik untuk sementara bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara sebagai upaya pengendalian mobilitas selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Tidak hanya selama arus mudik, pengetatan perjalanan juga akan diberlakukan selama arus balik.

Masa berlaku pengetatan perjalanan yakni mulai dari hari ini, 18 Mei 2021 hingga 24 Mei 2021 mendatang. Seluruh masyarakat dihimbau untuk sahur dan buka puasa bersama keluarga satu rumah, melakukan silaturahmi secara virtual, dan membatasi pertemuan fisik dengan anggota keluarga atau kerabat lainnya yang tidak satu rumah. Surat Izin Keluar/Masuk yang selanjutnya disingkat SIKM adalah surat yang digunakan sebagai persyaratan bagi orang yang tinggal di luar Jabodetabek untuk keluar/masuk DKI Jakarta serta diterbitkan oleh pejabat berwenang dengan tujuan mencegah kemungkinan lonjakan kasus baru infeksi COVID-19.

Comments are closed.