Waspada, 6 Makanan Sehat Ini Justru Mengandung Racun Yang Berbahaya Untuk Tubuh

Waspada, 6 Makanan Sehat Ini Justru Mengandung Racun Yang Berbahaya Untuk Tubuh

Terkecuali, warga usia dewasa muda yang sudah mendapat surat rekomendasi dokter terkait risiko fatal jika tak segera divaksinasi Corona dan memiliki kemungkinan kecil mengalami efek samping serius. Setelah Denmark, negara lain, seperti Norwegia, Islandia, Bulgaria, Thailand, dan Kongo segera menyusul untuk menangguhkan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca. Otoritas kesehatan Norwegia melaporkan terdapat empat orang di bawah usia 50 tahun yang memiliki trombosit darah yang sangat rendah dan telah menerima vaksin AstraZeneca beberapa waktu lalu. Dilansir dari France 24, Denmark merupakan negara pertama yang menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Pemberhentian ini dilakukan minggu lalu setelah terdapat laporan yang menyatakan beberapa orang mengalami pembekuan darah setelah menerima vaksin.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

Tapi, imbauan terbaru menyatakan vaksin AstraZeneca tidak disarankan bagi orang usia forty tahun ke bawah. Tidak ada efek samping berbahaya seperti yang disebutkan dalam unggahan akun Facebook di atas. Benar bahwa polysorbate 80 digunakan dalam vaksin untuk menjaga agar komponen tetap larut, tetapi pakar kesehatan telah menetapkan risiko paparan zat tersebut serendah-rendahnya. Kandungan itu biasa terdapat dalam makanan sebagai pengemulsi yang membantu bahan jadi tercampur. Kandungan ini juga ditemukan di dalam produk kesehatan lain sebagai surfaktan untuk mengurani tegangan permukaan antarbahan.

Hendra mengatakan hampir semua penerima vaksin yang mengalami KIPI sudah sembuh saat pihaknya melakukan audit. GenPI.co – Dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi RSUP Persahabatan, Dr. dr. Erlina Burhan menjelaskan efek samping dari Vaksin AstraZeneca. Gejala yang paling sering dilaporkan berikutnya adalah sesak napas, dialami oleh 54% orang dengan gejala yang sedang berlangsung. Pengumuman tersebut menyusul kekhawatiran bahwa Presiden Donald Trump akan menekan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk menyetujui vaksin sebelum terbukti aman dan efektif. “Kami sedang bekerja untuk mempercepat peninjauan peristiwa tunggal untuk meminimalkan potensi dampak pada jadwal uji coba,” kata pernyataan perusahaan.

Dari pemberitaan Kompas.com, 9 Maret 2021, BPOM menyebutkan, efikasi vaksin AstraZeneca sebesar sixty two,1 persen dengan efek samping ringan sampai sedang. Sama halnya dengan vaksin COVID-19 lainnya maupun vaksin untuk penyakit apa pun, vaksin AstraZeneca dapat menimbulkan efek samping. Namun, umumnya efek samping ini hanya bersifat ringan hingga sedang dan akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari.

“Kami imbau masyarakat melakukan vaksin. Untuk meningkatkan kekebalan dalam tubuh dari Covid-19,” pungkasnya. Karena No Batch vaksin tidak sama seperti yang dihentikan pemerintah pusat, pihaknya pun memastikan Vaksin Astrazeneca yang digunakan untuk masyarakat Badung aman. Saat ini disebutkan bahwa di Kabupaten Badung sudah ratusan ribu warga disuntikan dengan vaksin Astrazeneca. “Dengan kondisi ini maka Indonesia termasuk dalam posisi empat besar negara di dunia yang bukan produsen vaksin, tetapi merupakan negara yang tertinggi dalam melakukan penyuntikan,” kata Nadia. “Bahwa gangguan pembekuan darah sebetulnya secara alami cukup tinggi, dan dengan adanya vaksinasi tidak menambah. Kalau dia disebabkan oleh vaksin pasti angka kejadiannya akan naik, ini tidak terjadi, kemudian bagaimana pun juga kita harus pantau hal ini, kita harus berhati-hati memantau secara serius, berkala.

Vaksinasi COVID-19 tidak akan menurunkan angka kesakitan dan kematian yang disebabkan hal lain. Kesakitan dan kematian karena penyebab lainnya akan terus terjadi, walaupun telah divaksinasi, namun kejadian tersebut tidak berhubungan dengan vaksin. Hingga saat ini manfaat vaksin COVID-19 AstraZeneca masih lebih besar dibandingkan risikonya. Terkait keamanan vaksin AstraZeneca, BPOM bersama tim pakar KOMNAS Penilai Obat, KOMNAS PP KIPI, dan ITAGI telah melakukan kajian lebih lanjut.

Konsultasikan perihal penggunaan vaksin AstraZeneca jika Anda menderita obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru dan saluran pernapasan, atau diabetes. Namun bedanya, manfaat ini cocok untuk Parents yang sekiranya sepulang kegiatan di siang hari, masih memiliki aktivitas lagi yang perlu dilakukan di waktu malam sehingga tidak akan segera tidur. Sebelumnya diberitakan, pada 18 Mei lalu, Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengimbau masyarakat untuk tidak memilih-milih jenis vaksin tertentu untuk disuntik. Pihaknya pun mengimbau adanya informasi vaksin Astrazeneca berbahaya dan dihentikan tidak menyurutkan minat masyarakat untuk divaksin.

Comments are closed.